(REVIEW) Atheis By Achdiat K. Mihardja : Seorang Anak Manusia Yang Mencari Keberadaan Tuhan


`` Keimanan yang diwariskan tanpa dipertanyakan bisa runtuh ketika akal mulai berbicara.``

Hallo sobat buku, kalian tau engga ko keyakinan terhadap adanya kekuatan yang mahakuasa itu udah muncul ribuan tahun yang lalu loh saat manusia pertama kali mengenal sistem kepercayaan terhadap entitas sakral. 

Kepercayaan kuno yang paling awal dimanifestasikan ke dalam bentuk sistem animisme dan dinamisme dan berkembang lebih kompleks ketika budaya agama dan pemahaman manusia dalam memaknai arti dari kepercayaan sakral mengalami tahap evolusi.

Munculnya agama dalam beragam bentuk yang berbeda menjadi petunjuk bahwa aspek spiritualitas dan pola peribadatan umat manusia bergerak dalam lorong yang dinamis. Ritual-ritual magis yang mempercayai adanya satu kekuatan tunggal (monotheis) atau beberapa kekuatan (politheis) mempengaruhi alam pemikiran manusia yang memang di desain bukan hanya makhluk materi

Atheisme muncul di tengah gelora modernisasi yang mulai mendominasi peradaban manusia modern ini. Saat akal budi dan logika menjadi pemain utama yang menyetir bagaimana manusia memahami dan memaknai dinamika dunia dan sejarah, sebagian masyarakat dunia mulai menanggalkan kepercayaan agama. Kepercayaan terhadap tuhan mulai terkikis ketika dunia dicengkeram oleh kuatnya ekonomi kapitalis, kekuatan industri manufaktur, serta ilmu pengetahuan yang menyapu pemikiran manusia layaknya gelombang pasang yang menghantam dahsyat.

Ngomong-ngomong berbicara tentang Atheisme, ada satu novel dengan judul yang sama nih yang membahas tentang atheisme namun dikemas ke dalam cerita yang menarik. 

Novel berjudul “ Atheis “ Karya dari achdiat mihardja merupakan gambaran tentang pembenturan antara eksistensi tuhan yang dijaga melalui iman dengan rasionalitas yang dibingkai oleh logika. 

Daripada penasaran dengan novelnya, yuk kita masuk ke ulasannya langsung. 

Manusia yang melangkah diantara iman dan logika
Raden wirya dan keluarganya merupakan keluarga yang hidup dalam nuansa agama yang kental. Mereka tinggal di pelosok desa di bawah kaki gunung yang sejuk. Layaknya orang kampung yang masih memegang kuat nilai-nilai tradisi dan agama, Keluarga raden wirya pun demikian. Agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup keluarga menak tersebut.

Raden Wirya mempunyai seorang anak bernama Hasan. Anak yang dia harapkan bisa menjadi orang beriman yang hidup dalam arahan dan bimbingan agama islam yang dianutnya. Sejak kecil, Hasan hidup dalam pengajaran islam yang ketat. Hasan dididik untuk beribadah kepada tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya dalam lautan iman.


Berlanjut saat Hasan dewasa, dia menetap di kota untuk bekerja. Hasan di lingkungan kerja nya dikenal sebagai orang yang saleh. Amat jarang ada orang yang masih mempertahankan nilai-nilai konservatif di tengah gaya hidup kebarat-baratan dan modernisasi yang sedang terjadi.


Tapi di titik inilah, terjadi perubahan dalam pandangan dan kepribadian Hasan dalam memahami agama dan tuhan. Terutama ketika pertemuannya dengan kawan lamanya yang bernama Rusli dan teman Rusli yang bernama Kartini.


Pertemuan dengan kedua orang tersebut adalah awal dari Hasan mempertanyakan keyakinannya sendiri. Tentang tuhan, tentang nilai agama yang selama ini ditekuninya. Dan tentang semua yang telah dilakukannya selama ini untuk menjadi hamba yang taat dalam menjalankan praktek agama.


Perlahan keraguan menyelimuti iman dalam diri Hasan tentang tuhan. Hasan sadar setelah dia bertemu dengan banyak orang yang lebih mengutamakan akal dan pikiran yang ilmiah dibanding kepercayaan takhayul. 


Terbayang jelas oleh Hasan saat kawan-kawannya berkata jika tuhan hanyalah teknik belaka. Dan manusia lebih tinggi dan penting nilainya dibanding kehadiran tuhan itu sendiri. Sesuatu yang awalnya menggguncang dan menyinggung perasaan keagamaannya namun pelan-pelan diterima oleh Hasan sendiri.


Yang tadinya dia seorang paling taat dalam mengimani tuhan, perlahan Hasan berubah menjadi atheis. Orang yang lebih mengutamakan akal dan logika dalam memahami dunia dibandingkan kepercayaan warisan leluhur yang sangat diragukan kebenarannya. 


Novel ini memang kebanyakannya menyorot tentang perjalanan hidup Hasan dalam menemukan identitas dirinya sebagai manusia yang berjalan diantara dua pilihan yang menentukan hidupnya kelak : Iman atau ideologi yang diyakininya.


Novel ini juga membahas perjalanan cinta Hasan, konflik dengan keluarga terutama sang ayah karena perbedaan pandangan, serta pengkhianatan oleh orang terdekatnya. 


Banyak hal yang aku dapat dari novel ini, diantaranya ialah sikap kita dalam mengimani agama yang tidak hanya didukung oleh iman belaka, tapi juga oleh ilmu dan wawasan yang mendalam. Karena keyakinan buta hanya akan menghasilkan fanatisme yang menolak berbagai pandangan yang ada. Keteguhan dalam memegang prinsip dan pandangan sendiri tentu harus dilandasi oleh adanya kesadaran dan pemahaman akan apa yang diyakini. 


Tidak terombang-ambing ke kanan maupun kiri seperti Hasan yang akhirnya malah menjadi seorang Atheis. 


Penilaian dan rekomendasi
Aku memberi rate 8,5/10 untuk novel yang bagus ini. Pesan yang diutarakan, kalimat-kalimat yang sederhana namun tajam justru menjadi poin istimewa untuk novel klasik ini. Penulis bisa menciptakan sebuah gambaran jelas tentang kehidupan si tokoh utama serta konflik dan permasalahan batin yang dialaminya. Hubungan dan interaksi si tokoh utama dengan tokoh yang lain, serta pendalaman karakter dan perubahan emosional si tokoh secara detail sehingga pembaca pun ikut bersimpati.
 
Untuk kekurangannya sih mungkin lebih ke pengaturan tata letak paragraf dan jenis tulisan yang ada di halaman novelnya yang kebanyakan nya agak kurang jelas terbaca dan berpengaruh terhadap kenyamanan membaca.

Aku merekomendasikan novel ini bagi kalian yang tertarik memahami perubahan pandangan seseorang dalam memaknai nilai agama di tengah arus perubahan menuju kemajuan zaman. Tentu banyak hal yang dapat dipetik, banyak yang bisa diambil sebagai pelajaran dan bekal bagi kita dalam beragama di tengah periode zaman sekarang ini.

Sampai jumpa di tulisanku yang lain yaa.


Komentar

Postingan Populer