(REVIEW) : Novel Everyone Has Lies Karya dari Coonant : Setiap manusia menyimpan rahasia dan kebohongannya masing-masing

 


`` Meski begitu banyak alasan untuk mati, temukan satu alasan untuk bertahan. Jika kau tak memilikinya, tetaplah hidup untuk menemukan alasan tersebut``


Hallo sobat buku, kembali lagi bersama aku. Seperti biasa disini kita akan mengulas salah satu novel bergenre drama/Thriller yang cukup menarik dan pastinya bikin kalian penasaran nih buat baca.

Judul novelnya ``Everyone Has Lies`` karya dari Syahbilla Mutia dengan nama pena Coonant. Novel yang mengupas sisi gelap dan tersembunyi dari balik sifat manusia yaitu kebohongan. Untuk lebih mengetahui kisah lengkapnya, baca terus uraian singkat dari novel " Everyone has lies " di bawah ini. 

2. Identitas Buku

  • Judul: Everyone Has Lies

  • Penulis: Syahbilla Mutia/Coonant

  • Penerbit & tahun terbit:  Lunar Books (2021)

  • Genre: Thriller / Mystery / Psychological Drama

  • Jumlah halaman: 239 Halaman

  • Rating pribadi (misal: 8.5/10)


Sinopsis Singkat Novel

Semua orang menyimpan kebohongan itu ternyata benar adanya. Kebohongan yang dijadikan alat untuk meredam segala hiruk-pikuk jiwa dan mental yang ambruk dari kedua belas remaja dengan latar belakang, pengalaman, serta masalah yang berbeda. 

Novel `` Everyone Has Lies`` Karya dari penulis hebat kak Syahbilla Mutia/Coonant mengisahkan sekelompok remaja yang memiliki sisi lain yang tidak mereka tampakan ke permukaan. Sebuah kebohongan yang mereka gunakan untuk menyamarkan kenyataan yang ada pada diri mereka sebenarnya. Mereka menolak untuk mengungkap sisi lain itu dan memilih untuk memendamnya dalam-dalam di lubuk sendiri. Menutupnya dengan lembaran kain kebohongan yang tebal. Walau sakit dan hina, Para remaja itu akhirnya bisa menerima apa yang menimpa mereka setelah seseorang bernama Kang Doyoung datang untuk mendengarkan dan mengumpulkan kesebelas remaja itu dalam satu tempat yang biasa mereka sebut `` Basement``

Bayangkan diri kalian dibuang oleh orang tua sendiri selayaknya dialami oleh Jihoon


Atau Hidup di tengah keluarga yang berantakan layaknya Jeongwoo yang saban hari sering mendengar kata cacian dan kalian makian dari ayah dan ibu sendiri.


Dan mungkin menjadi korban kekerasan oleh sang ibu–sosok yang seharusnya menjadi malaikat pelindung tapi malah berlaku layaknya seekor iblis seperti yang dialami Jaehyuk.


Kalian bayangkan juga hidup dengan menanggung beban tuntutan untuk memenuhi ekspektasi orang lain sebagaimana yang dihadapi oleh Yedam.


Kisah di novel ini akan bertutur tentang mereka–para anak yang tidak diinginkan dan diabaikan oleh keluarga mereka sendiri. Mereka yang berlari mengejar hari-hari yang tak pasti akan kemana berakhirnya. Mereka anak-anak yang diombang-ambing oleh takdir yang kejam. Bagaimana mereka bisa hidup selain bergantung satu sama lain untuk saling melindungi. Meski akhirnya, mereka kekal dalam persahabatan abadi.


Apa yang ditampilkan ke luar hanya kepalsuan belaka.  Luka yang mekar karena trauma masa lalu, perundungan, kekerasan dalam keluarga, yang menghantui hidup para remaja itu. Kala segalanya terasa sia-sia dan percuma, meneruskan hidup ibarat kutukan yang ditanam kuat-kuat hanya untuk menunggu meledak suatu saat. Tetapi datangnya Kang Doyoung seakan memberi secercah cahaya pada anak-anak terluka itu. Kang Doyoung menjadi penyelamat–seseorang yang menarik dan membawa kehidupan baru pada mereka–orang-orang dengan nasib yang kacau dan menyedihkan.


Untuk sesaat, kehidupan berjalan semestinya seperti apa yang diharapkan oleh mereka semua, Euforia sementara yang semu sampai tragedi naas menimpa dan merusak segala apa yang telah disusun oleh sebelas remaja itu termasuk Kang Doyoung sendiri. 


Kang Doyoung ditemukan tewas tenggelam di kolam renang. Dengan kematian yang begitu janggal dan menyisakan setitik tanya : Kenapa Kang Doyoung bisa tewas dengan cara yang naas? Apa pemuda itu bunuh diri atau dibunuh…


Kematian kang doyoung–pemuda yang mengetahui rahasia dibalik ``Topeng palsu `` yang dipakai oleh kesebelas remaja, menjadi pukulan telak bagi para sahabat yang ditinggalkannya. Kesedihan sekaligus kehilangan menyelimuti mereka dan meninggalkan sebuah rahasia yang menguak fakta sebenarnya dari kehidupan kelam Kang Doyoung sendiri. Dia yang selama ini berpura dan membohongi diri sendiri untuk menjadi yang paling kuat dan berani, ternyata dialah yang menanggung rasa sakit dan penderitaan yang berat.


Banyak Misteri yang tersembunyi dibalik kematian misterius Kang Doyoung sehingga menciptakan tanda tanya besar : Siapa pelaku dibalik tewasnya sahabat baik sekaligus sosok yang sudah mereka anggap kakak sendiri? Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang luka dan trauma mental, namun juga seberkas catatan samar penuh rahasia yang perlu dibuka. Mengapa kang Doyoung bisa mati begitu saja? Siapa yang membunuhnya? Siapa yang menjadi musuh bagi orang sebaik Kang Doyoung?

Alur novel Everyone Has Lies sebagian besar berkisah mengenai misteri kematian Kang Doyoung serta cerita dari masing-masing tokoh yang ada–Jihoon, Hyungsuk, Junkyu, Haruto, Masashi, Jaengwook, Yedam, Yoshinori, yang setiap karakternya memiliki latar belakang yang suram dan membuat hati tersayat.


Penilaian untuk novel ini

Aku memberi rating 8/10 dari Novel Everyone Has Lies. Sebuah tulisan hebat dan sarat akan makna yang dalam. Pas baca aku gak lembaran demi lembaran novel ini, aku henti-hentinya berdecak kagum dengan gaya kepenulisan dari kak Coonant sendiri yang fokus dalam menciptakan misteri penuh konflik di tengah-tengah keadaan yang terlihat aman dan damai, tapi sebenarnya penuh intrik yang membuat pembaca kian penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Yang membuat novel ini menarik adalah pembangunan karakter yang realistis. Masing-masing karakter digambarkan sebagai satu karakter yang utuh lengkap dengan narasi psikologis yang tajam dan reflektif. Hal yang membuat pembaca menebak, kemana alur tujuan dari kisah ini berakhir dengan plot twist yang tidak terduga. Selain yang diatas, penggunaan bahasa yang melankolis, deskriptif, serta adanya monolog batin kian menambah keunikan dari novel ini.


Selain beberapa bagian yang menurutku perlu sedikit perbaikan misalnya bagian cerita yang terasa lambat sehingga membuat pembaca agak bosan, terlalu banyak karakter dengan nama yang susah diingat yang membuat pembaca harus ekstra fokus, serta akhir cerita yang ambigu bisa bikin pembaca terbelah.

Kesimpulan

Novel ini tidak hanya berbicara tentang persahabatan abadi dan kehangatan yang dipantulkan lewat kebersamaan dalam gema dan tawa, Tetapi novel ini juga menyiratkan bagian lain. Bagian yang di dalamnya terdapat kehangatan dan kepeduliaan dari orang terdekat khususnya keluarga hilang begitu saja. Banyak tokoh dari novel berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Keluarga yang cenderung retak dan toxic


Semua orang menyimpan kebohongan masing-masing dan ternyata itu benar adanya. Kebohongan yang dijadikan alat untuk meredam segala hiruk-pikuk jiwa dan mental yang ambruk dari kedua belas remaja dengan latar belakang, pengalaman, serta masalah yang berbeda. Selain mengungkap tabir yang mungkin luput dari penglihatan kita, kita menjadi tahu jika mereka yang tampak baik-baik saja justru nyatanya yang paling berat dan tegar dalam tekanan dan cobaan.  


Novel ini mengguratkan sebaris kalimat yang halus namun tajam dan menusuk–sebuah kalimat yang mengubah cara pandang kita dalam melihat realita sesungguhnya di hidup ini.


``Cara manusia memandang kehidupan terkadang bukanlah cara hidup yang sebenarnya. Manusia berharap bisa hidup sesuai ekspektasi, karena itu mereka memutuskan untuk berbohong demi mencapai ekspektasi tersebut. ``


Sekaligus menyibak kelambu gelap yang mungkin luput dari penglihatan kita jika mereka yang dilihat tampak baik-baik saja justru yang paling berat dan tegar dalam tekanan dan cobaan. 


Berdiri di atas kebohongan dan menjalani kebahagiaan yang palsu hanya untuk bertahan, Everyone Has Lies bagiku tidak hanya novel dan karya sastra biasa, akan tetapi sebuah kumpulan menyedihkan yang penuh dengan nada kritik tajam akan hilangnya peran dan kasih sayang keluarga, stigma negatif masyarakat terhadap mereka yang punya gejala mental dan depresi yang serius, serta persahabatan yang dibentuk oleh mereka dengan nasib yang sama.


Salah satu monolog yang berkesan bagiku adalah yang tertulis demikian.

``Aku hanya ingin bilang, jangan mengakhiri hidupmu hari ini, besok, dan di hari apapun. Meski ada begitu banyak alasan untuk mati, temukan satu alasan untuk tetap bertahan. Jika kau tak memilikinya, tetaplah hidup untuk menemukan alasan tersebut``


``Everyone Has Lies`` adalah kisah yang membuat kita sadar bahwa setiap kebenaran punya dua sisi dan setiap manusia menyimpan sesuatu yang tak ingin diungkap.


Dan sekarang kepada kalian semua yang sudah membaca novel ini, `` Seandainya kalian berada di posisi mereka, apakah kalian akan memilih jujur? atau sebaliknya, justru memilih berbohong? ``


Ayo ceritakan pendapat kalian di kolom komentar














Komentar

Postingan Populer