(REVIEW) Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna : Potret Kelam Dari Kehidupan Kota Yang Tak Tersingkap Oleh Realita
![]() |
| Sumber : Internet |
`` Apapun kejadian yang sudah terjadi di kampung ini, yang sudah terjadi atau yang akan terjadi nanti, kampung ini akan tetap terus hidup. Dari pos ronda akan selalu terdengar kata-kata kotor para remaja yang tak pernah menyentuh bangku sekolah. suara penggorengan tahu jablay dari rumah Sobirin, pria yang berlalu lalang mencari pokemon, atau badut ayam yang berjalan gontai setelah seharian mencari uang `` ( Sisi Tergelap Surga, Hal 300)
Hallo Sobat buku, di kesempatan kali ini kita akan mengulas sebuah novel menarik dan penuh inspirasi. Sebuah novel dengan kisah mengharukan yang membuat kita menyadari akan kelamnya kehidupan manusia-manusia yang hidup di bawah kolong jembatan, di terminal yang kumuh, serta di lokasi penuh akan noda maksiat.
`` Sisi Tergelap Surga `` karya Brian Khrisna membuka sebuah gambaran lain yang mungkin luput dari pandangan kita sebagai manusia yang hanya melihat kehidupan dari satu sudut pandang saja. Sebuah gambaran dari nasib tragis yang menimpa para manusia yang terpinggirkan oleh takdir yang buruk. Manusia-manusia yang harus berjuang mempertahankan nasib dan diri mereka meskipun dengan cara-cara yang tidak layak dan menjijikan.
Mereka yang hidup di atas pemukiman yang kotor, penuh dengan ketidakjelasan hidup, serta dikelilingi oleh keputusasaan untuk keluar dari kesengsaraan. Mereka terjebak dalam kolam kotor limbah yang melumuri diri mereka sejak kota yang keras ini menelan masing-masing dari mereka. Membuat jati diri manusia-manusia ini berubah ke arah yang lebih buruk.
Mereka–para pelacur jalanan, preman terminal, begal motor, banci-banci kotor, pengamen, anak-anak jalanan, semuanya adalah potret dari orang-orang yang tersingkir dari panggung sosial masyarakat yang semestinya. Para manusia yang dianggap sebagai kelas rendahan serta tidak memiliki martabat sama sekali. Dipercundangi oleh garis takdir yang kejam sehingga mereka pun tidak tahu harus bagaimana lagi menjalankan hidup yang tidak berpihak sama sekali.
Novel ini mengisahkan bagaimana para manusia dari habitat yang rendah berjuang dengan cara mereka masing-masing. Bertahan hidup di tengah kerasnya kota yang jarang memberi mereka belas kasih dan kebahagiaan. Inilah `` Sisi Tergelap Surga `` Yang akan mengajak kalian menuju perjalanan panjang dari sisi tergelap manusia yang penuh harapan dan perjuangan dalam mempertahankan deru napas dan nyawa mereka di tengah kota yang liar.
IDENTITAS NOVEL :
Judul : Novel Sisi Tergelap Surga
Penulis : Brian Khrisna
Tahun Terbit : 2023
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Drama/Social
Jumlah Halaman : 304 Halaman
Mereka Yang Terlunta-lanta Di Tengah Gemerlap Jakarta Yang Megah
Kisah di novel ini dibuka dengan mengambil latar di jakarta. Jakarta, siapa sih yang tidak kenal dengan tempat ini. Sebuah tulisan nama untuk kota yang menjadi pusat dari segala hiruk-pikuk kesibukan dan aktivitas manusia dari berbagai latar belakang. Sejak berdirinya kota ini, Jakarta adalah simbol dari kemegahan dan kekayaan yang mengalir dari berbagai aktivitas industri dan investasi yang ditanam oleh para kapitalis serakah.
Tapi dibalik semua gemerlap yang menempel pada diri jakarta, nyatanya dibalik itu, jakarta sendiri menyimpan sisi gelap yang jarang tersingkap oleh cahaya realita. Sisi gelap dari orang-orang yang hidup dalam keterpurukan nasib yang tidak jelas. Mereka yang sehari-hari berjalan di atas lingkungan kumuh penuh kemiskinan dan pengangguran. dengan warna--warni kusam seperti Kriminalitas dimana-mana, aksi bejat yang kadang sering terjadi, serta kehidupan pribadi dari masing-masing tokoh yang memiliki masalah dan konfliknya sendiri.
Nunung & Sobirin : Tahu Jablay & Luka Kehilangan
Nunung & Sobirin adalah Sepasang suami-istri penjual tahu jablay yang hidup dengan harmonis, meskipun di tengah kondisi yang serba kekurangan, mereka tetap tegar dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan. Nunung si istri yang penuh kesabaran mencari nafkah dari menjual tahu dengan keuntungan yang tidak seberapa demi bisa menyambung hidup, sedangkan Sobirin adalah suami yang bisa mengayomi keluarga dan berusaha membuat sang istri a.k.a Nunug bahagia. Meskipun luka trauma karena kematian anak mereka yang bernama Gugum masih membekas dan meninggalkan bercak rasa sakit yang belum hilang sama sekali, tapi sepasang suami-istri itu berupaya menerima hidup yang telah digurat oleh tangan takdir. Hidup dengan menjual tahu jablay dan berusaha mengikhlaskan atas apa yang sudah terjadi.
Namun tatkala mentari semangat dan harapan mereka yang semula terbenam seiring matinya Gugum, nyatanya mentari itu perlahan muncul lagi dalam diri seorang anak bernama Ujang-anak dari si pelacur.
Ujang & Juleha : Kehadiran Yang Tidak Diharapkan Tapi Menjadi Sebuah Harapan
Hidup dengan menjajakan tubuh adalah cara Juleha bertahan hidup dalam bisingnya jakarta yang terkadang tak memberi ampun bagi orang-orang miskin seperti dirinya. Awalnya Juleha datang ke jakarta sebagai gadis polos yang membawa cita-cita tinggi, Tapi brengseknya kota ini menghancurkan siapapun yang tak berdaya, termasuk dengan Juleha sendiri. Jakarta telah mengubahnya menjadi seorang pelacur, sundal kotor yang mendapat lembaran rupiah dari hasil menjual diri untuk dinikmati oleh orang lain. Juleha memiliki seorang anak bernama Ujang yang lahir entah dari benih pria mana yang bersarang di rahim Juleha.
Namun meskipun Juleha sendiri tak menyukai anak yang lahir yang entah darimana datangnya itu, selayaknya seorang ibu yang penuh cinta kasih, Juleha mulai bisa menerima kehadiran Ujang di tengah ganasnya jakarta yang kian menghimpit kondisi mereka. Tanpa Juleha sadari, buah hati yang awalnya amat ia benci, justru menjadi malaikat yang membawa segenap harapan untuknya.
Tomi & Dewi : Retak Yang Direkat Oleh Hadirnya Sang Buah Hati
Terminal yang sumpek adalah rumah kedua bagi tomi, si preman yang sangat ditakuti oleh orang-orang. Dengan wajah garang dan tubuh penuh tato, Tomi menjadi momok mengerikan yang membuat siapapun enggan untuk berjumpa dengannya. Tomi adalah kepala preman yang mengatur dan menguasai area terminal di kampung jakarta. Sosok yang garang, tegas, dan tanpa kenal ampun menyingkirkan apapun yang menghalangi tujuan dan keinginannya. Tomi adalah figur manusia yang telah ditempa oleh kerasnya hidup. Membuat hidupnya hanya mengenal dua hal : kekerasan dan kematian.
Tomi memiliki istri bernama Dewi. Bagi Dewi sendiri, hidup bersama Tomi ibarat tinggal di dalam neraka yang sengsara. Dipukul, dicaci maki sudah menjadi hal biasa bagi Dewi. Hal itu disebabkan oleh Dewi yang belum bisa memberikan keturunan bagi Tomi. Suatu hal yang bisa meluluhkan hati keras seorang Tomi adalah anak dan Dewi belum mampu memenuhi hal itu.
Selain kisah-kisah mereka yang disebutkan di atas, masih banyak cerita sendu dari para manusia yang berjalan di atas hamparan ketidakpastian hidup. Seperti Danang, si karyawan kantor yang bekerja sampingan menjadi banci, Gofar, pemuda yang menafkahi ibunya hingga dia rela menjadi pencuri motor, hingga pak badut yang harus meminta sumbangan untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya.
Di novel ini, kita akan dibawa dalam rangkaian kisah yang menyentuh hati. Membuat jiwa ini bergetar oleh saking banyak emosi yang seakan memainkan perasaan pembaca. Saat membaca novel ini, membuatku tersadar akan beratnya hidup yang harus ditanggung oleh orang-orang yang mungkin terkadang selalu kita anggap sebelah mata.
Aku jadi bisa memahami sepenuhnya arti dari apa itu berjuang untuk hidup. Manusia kadang rela melakukan apapun atau menjadi siapapun hanya demi bisa bertahan dalam hidup ini. Aku menemukan juga arti dari sebuah kehilangan, penderitaan, hingga menerima seseorang yang bahkan tidak dicintai.
Aku memberi rating 9,5 untuk novel ini baik dari segi alur cerita, keunikan dan keistimewaan dari tiap tokoh, hingga gaya kepenulisan serasi dari penulis sendiri untuk novel ini, patut diacungi jempol.
Kesimpulan
Novel `` Sisi Tergelap Surga`` karya Brian Khrisna merupakan rangkuman kisah dari orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda, tapi punya tujuan yang sama : Bertahan hidup sebisa mungkin di tengah kehidupan yang pahit dan kerasnya jakarta. Penerimaan, cinta salah arah, trauma yang muncul dari kelamnya masa silam, hingga harapan-harapan kosong yang rasanya tak mungkin tercapai. Dalam novel ini, tidak hanya kisah jahanam dari para manusia tersisihkan, tapi juga menyinggung mengenai isu permasalahan sosial yang menjadi topik umum di daerah-daerah perkotaan seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kesejahteraan yang tidak merata, hingga akses pendidikan dan pekerjaan yang kurang layak.
Novel ini sangat bagus, aku merekomendasikan buat kalian yang ingin membaca lembaran kisah hidup manusia-manusia yang mengais-ngais kehidupan dalam busuknya kota jakarta, dari sudut pandang yang lain dari lensa yang lain.
Daripada cuman baca review, langsung aja baca novel kerennyaaaa!

.jpg)

Komentar
Posting Komentar